LUKISAN FOTO PADA MEDIA KERTAS DENGAN KONTE

Posted: September 10, 2009 in Dunia Seni

Kalau mendengar kata Lukisan Foto sudah pasti kita akan membayangkan sebuah lukisan dengan objeknya sebuah foto wajah atau lukisan yang tampilannya mirip dengan foto hasil cetakan. Saya sendiri  mulai mengenal dan tertarik dengan cara melukis ini sejak usia 6 tahun, ketika itu Saya mulai terinspirasi setelah membaca sebuah buku yang Saya temukan ditumpukan buku bekas milik kakak perempuan Saya, jilidnya pun sudah robek-robek. Entah kapan buku tersebut diterbitkan karena pada saat Saya temukan kondisinya memang sudah  lusuh , tapi itu mungkin tidak terlalu penting untuk dibahas. Yang jelas sejelek apapun tampilan fisik bukunya, isi nya adalah sebuah inspirasi bagi minat dan bakat Saya.

Adapun  buku tersebut berkisah tentang  perjalanan seorang pelukis otodidak yang bernama “Somba Abdul Lubis ” ( kalau tidak salah begitulah nama tokoh di buku tersebut ).

Dalam buku tersebut diuraikan juga beberapa tehnik melukis hasil ekperimen “Somba”, yang salah satunya adalah tehnik melukis foto  pada media kertas  dengan  menggunakan serbuk konte ( serbuk karbon pekat ). Setelah membaca bukunya berulang-ulang Saya pun mulai mempraktekannya, tentunya objek pertamanya adalah wajah Saya sendiri , maksudnya sih biar kalau ga mirip ga bakal ada yang protes..he he.

Singkat cerita Seperti dicontohkan oleh sang pelukis ” Somba Abdul Lubis “Saya pun mulai melukis wajah Saya dengan cara bercermin  dan mengamati objek wajah Saya yang tampak pada cermin..untuk kertasnya saya pergunakan kertas gambar A3 punya kakak Saya, sedangkan untuk serbuk kontenya  Saya pergunakan serbuk batu batere bekas yang telah dihancurkan.

Dengan menirukan gaya seorang pelukis profesional Saya pun mulai membuat sketsa  lalu kemudian memberi efek bayangan dan garis-garis nyata lukisan dengan menggunakan serbuk batu batere yang telah disiapkan, setelah sekitar 1 jam kemudian selesai sudah sebuah lukisan foto karya pertama Saya…lumayan agak mirip tapi lumayan blepotan juga, tangan, kaki , wajah, dan baju Saya pun coreng moreng dengan serbuk batere nya.danyang lebih lucunya lagi seluruh badan Saya gatal-gatal akibat serbuk batere yang Saya pakai buat melukis….( itu sungguh pengalaman yang tak kan pernah bisa dilupakan). Setelah kejadian tersebut Saya pun kapok untuk memakai serbuk betere untuk melukis, dan mulai mencari info mengenai serbuk konte yang biasa dipakai pelukis yang sebenarnya…

Dan pada akhirnya, Saya pun mendapat pencerahan tentang  tehnik melukis foto pada media kertas dengan serbuk konte pada saat kelas 3 SD. . .pada saat itu ada beberapa orang yang datang ke sekolah untuk memperkenalkan sebuah alat yang bantu sederhana  untuk memperbesar & memperkecil objek gambar yang disebut ” Pantograph ” (mengenai pantograph ini akan saya jelaskan pada posting selanjutnya).

Sejak saat itu Saya mulai menggunakan pantograph untuk membuat sketsa lukisan foto untuk hasil yang lebih akurat, tapi mulai saat itu tidak lagi memakai serbuk batu batere untuk pewarna hitamnya, melainkan sudah memakai serbuk konte yang sebenarnya. Mulai saat itu pun Saya mencoba mencari objek-objek gambar yang menarik untuk dilukis, mulai dari wajah tokoh politik, artis, sampai wajah suku dayak ( memiliki garis-garis wajah dan asesoris yang unik ).

Bakat melukis foto tersebut Saya teruskan hingga  di bangku  SMA , karena kebetulan sekolah  Saya waktu itu  berada disekitar   kota Bandung di mana seperti kita ketahui di sana ada jalan yang namanya ” JL. Asia Afrika ” di sepanjang trotoarnya banyak dijumpai para pelukis jalanan, dari sanalah Saya mulai banyak mendapat ilmu mengenai tehnik melukis foto. Ada beberapa pelukis disana yang sering Saya temui untuk Saya mintai ilmunya tentang cara melukis foto, dan sesekali Saya pun bantu mereka untuk menyelesaikan pesanan lukisan yang mereka terima…

Tapi seiring perkembangan teknologi dibidang grafis,  sekarang tehnik melukis foto ini pun sedikit demi sedikit mulai berkurang peminatnya. Seperti yang tampak di sekitar trotoar ” Jl. Asia Afrika Bandung ” pada saat sekarang  sudah mulai sepi  tidak seperti dulu di mana para pelukis jalanan ( begitu sering kali mereka disebut ) berjejer di sepanjang jalan menawarkan jasanya, tidak sesepi seperti sekarang.

Untuk pembahasan  mengenai lukisan foto pada media kertas dengan konte ini Saya cukupkan dulu sampai di sini, mudah-mudahan  dengan artikel ini bisa membangkitkan minat masyarakat kita terhadap seni lukis khususnya seni lukis foto yang tentunya lebih bernilai dibanding dengan hasil rekayasa komputer.

Saya masih dalam tahap belajar, untuk itu saya sangat mengharapkan komentar dan sharing dari pengunjung ini demi kemajuan bersama di dunia seni.
Mudah2an suatu saat nanti saya bisa menghasilkan tulisan sekaligus karya lukis foto  yang original dan lebih bagus lagi……

Komentar
  1. abdul mengatakan:

    boleh…nie bisnis seninya…….aminnnnnnn.

  2. baloeng art mengatakan:

    salam kenal………..
    kami butuh dukungan Anda…….
    mari semarakkan seni natural.

    • Atep Heryanto mengatakan:

      salam kenal juga…
      Terimakasih untuk salam perkenalannya, Saya sangat tertarik dengan seni natural…meskipun Saya bukan seorang master dibidang tersebut..namun dengan sedikit bakat yang Saya miliki, Saya ingin sekali mengembangkan seni rupa terutama seni natural…..
      Ayo kita jalin kebersamaan untuk menyemarakannya…..wasslm..

  3. yayat lesmana mengatakan:

    semangat teruss broo…gali teruss sampai muntah…dan kamu akan menemukan.

    salam.

  4. nada mengatakan:

    saya juga pengen coba, dimana sih saya bisa mendapatkan konte? makasih

  5. fuadi mengatakan:

    lam knal jga buat tmn-tmn pecinta seni , bgi infonya donk dimaana saya bisa dapetin pensil konte

    • Atep Heryanto mengatakan:

      untuk pensil konte, kita bisa buat sendiri dari gulungan kertas koran dengan syarat gulungannya harus padat banget dan dibentuk sampai kira2 diameternya seukuran pensil biasa…..kemudian tinggal diraut dehh ujungnya seperti pensil sesuai kebutuhan….silahkan coba dulu bikin sendiri aja, kl untuk serbuknya bisa dibeli ditoko peralatan melukis/ menggambar….wslm

  6. julianto mengatakan:

    …..Salam seni bro!!!
    sekarang buka gallery dimana,, n ada komunitasnya nggak…. saya sdikit” dah mulai ngerjain pesenan nih…khan kalo tambah ilmunya makin bagus tuh…
    ada FB nya kah…????

  7. fadli mengatakan:

    sya sangat senang dengan pemaparan tentang anda ketika memulai suatu bakat yang terpendam..menambah semnagt sya terus daN terus menghasilakn karya meskipun masih blajar.
    THANKS.
    BY SENI RUPA Universitas Negeri Makassar

  8. Arum mengatakan:

    lucu sampai gatal2… saya mlukis dengan alat2 yg di sediakan di toko, pensil dan serbuknya, tapi untuk efek nyata saya pakai bedak tabur saya yang sudah tak terpakai, warnanya alami coklat spt kertas lama atau poto lama… ^_^

  9. Arum mengatakan:

    begitupun untuk efek warna lainnya, saya gunakan kosmetik lama saya yg sudah kadaluarsa…😀

  10. dedy wirawan mengatakan:

    ….mari kembangkan seni lukis natural bersama sama…..semoga sukses semuanya….

  11. Isdianto mengatakan:

    Bravo,semangat trs mas..sy jg lg bljar nglukir pke kmte bubuk,by burog airbrush pringsewu lampung

  12. Isdianto mengatakan:

    Tetap berkarya bro..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s